Warga Malaysia rela nginap demi Kangen Band…

Remaja, kaum dewasa, dan kalangan orang tua warga Malaysia mengakui kekuatan dan kekhasan lagu-lagu Indonesia. Mereka sangat antusias mendatangi Konser Musik di Perbatasan, di Lapangan bola di Entikong, Sabtu (15/8) sore.

Bahkan, ada yang sampai menginap di Entikong agar bisa penuh mengikuti acara yang berlangsung pukul 14.00-18.00. Konser yang sempat tertunda sejam akibat hujan tersebut menampilkan antara lain Kangen Band, Sri KDI dan Titi KDI.

Entikong adalah perbatasan Indonesia (Kalimantan Barat) dengan Tebedu (Kuching, Malaysia). Lokasi pentas ini, berjarak sekitar 3 km dari pintu perbatasan. Puluhan remaja Malaysia, bahkan sudah berdatangan sebelum konser dimulai. Konser ini didatangi 3.000an penonton.

Fredrick Sima (21) yang tinggal di Tubu, Tebedu, datang bersama enam temannya, yang juga tetangga, memakai ojek. Jarak rumahnya dengan pintu perbatasan 3,5 km. Mereka menggunakan jasa ojek motor karena motor Plat Malaysia tak bisa masuk area Indonesia. Selain itu, jam 17.00 pintu gerbang perbatasan ditutup. Itu artinya hanya sempat nonton Kangen Band separuh pentas.

Biasanya, untuk lewat perlu paspor, tapi khusus acara musik ini-hingga pukul 17.00- mereka bisa masuk dengan membawa kupon bergambar konser tersebut. “Mendingan saya habis 2 ringgit untuk sewa ojek. Malam, saya menginap di rumah paman di Sontas, Entikong. Besok pagi pulang. Saya dan teman teman wajib nonton Kangen Band,” ujar Fredrick yang adalah wiraswasta ini. Ia punya koleksi album Kangen, lengkap.

Samson (19), temannya mengatakan, lagu-lagu Kangen, juga para penyanyi KDI nongol tiap hari di radio. “Malah, saya lebih senang dengar lagu Indonesia ketimbang Malaysia. Lebih bagus,” kata remaja yang ngefans berat dengan Kangen, Dewa, Radja, Ungu, dan ST12 ini.

Samson ingin banget Dewa dan Ungu tampil di Entikong. Musik Indonesia segala jenis aliran, menurut Abang Zainidi (28), punya kekhasan yang luar biasa. “Kami tak bisa detil menjelaskan mengapa kami suka musik Indonesia karena mestinya kami menggemari musik dalam negeri. Banyak penyanyi dan band Malaysia yang terpengaruh corak musik artis dan band Indonesia, tapi, ujung-ujungnya ya tetep terbalut nuansa Melayu, tak bisa menyamai musik Indonesia. Kurang pas juga di telinga. Aneh, khan? Tapi ya memang demikian keadaannya,” ucap Abang.

Abang Bujang, ayah Abang Zainidi, sengaja datang untuk menonton dangdut yang dibawakan Sri dan Titi, dua artis jebolan KDI. “Zaman saya beda dengan zaman anak-anak muda sekarang, Musiknya pun sudah beda. Yang masih bisa terkejar seleera saya ya hanya dangdut. Dangdut Indonesia, luar biasa. Malaysia tak bisa buat,” papar Abang Bujang.

Random Posts:

Berita terkait

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Kalender

March 2010
S M T W T F S
« Feb    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Support by

Adsense Indonesia

Arsip Semeleket


My blog is worth $564.54.
How much is your blog worth?