Sebuah bangunan tinggi bercat oranye-putih berpagar hitam tampak mencolok di tengah permukiman penduduk Kampung Sugutamu, Mekarjaya, Sukmajaya, Kota Depok. Bangunan itu bukanlah rumah tinggal biasa, tetapi disewakan untuk tempat kos atau kontrakan eksklusif.
Tidak ada yang bisa melarang memang, siapa pun yang punya uang lebih untuk kos atau mengontrak rumah yang termasuk mewah,. Sebab, gaya hidup mewah kini memang menjadi bagian hidup dari sebagian warga Kota Metropolitan seperti Jakarta dan sekitarnya.
Bagi sekelompok orang yang punya uang, kamar kos atau kontrakan tidak harus berupa petak-petak kecil yang kamarnya hanya berisi bangku reot dan tempat tidur sederhana. Mereka membutuhkan kamar yang merepresentasikan gaya hidup mewah yang mungkin sudah biasa dinikmati di rumahnya. Entah di Jakarta atau mereka yang berasal dari kota-kota besar lain.
Dan kebutuhan seperti itu tentu saja menimbulkan peluang bisnis bagi mereka yang jeli. Persoalannya, kini warga sekitar lokasi kos Duta Residence itu resah. Sistem sewa kontrakan harian yang diberlakukan oleh pengelola kos dianggap tak ubahnya dengan hotel atau kondominium. Tudingan kemungkinan adanya praktik tak sedap pun dialamatkan ke tempat itu.
Keresahan itu muncul karena, menurut warga, ketika membangun rumah itu izinnya adalah untuk tempat kos atau kontrakan. Setelah jadi, mereka terkejut karena tempat mewah itu kemudian disewakan harian dan bahkan jam-jaman. Maklum, mereka yang tinggal di permukiman penduduk biasa itu tentu saja tak paham ada model sewa harian seperti halnya di apartemen dan kondominium yang sekarang juga menjamur.
Apalagi, pemerintah setempat juga pernah melakukan razia dan mendapati pasangan bukan suami istri tinggal di tempat itu. Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail pun mengultimatum akan mencabut izinnya jika praktik sewa harian tak dihentikan.
Lalu bagaimana tanggapan pemiliknya? Menurut Edy Faisal, si pemilik, Duta Residence adalah sebuah kontrakan ekslusif yang telah mengantongi izin Pemerintah Kota Depok. “Kontrakan ekslusif Mbak. Yang datang juga biasanya orang-orang Pemda, DPRD, LSM, atau keluarga yang punya acara,” kata Edy ketika dihubungi via telepon oleh Kompas.com, Sabtu (2/1/2010).
*Kompas
Random Posts:
- Ini dia foto teroris WTC New York 11 Sep 2001…
- Ini dia tanggapan Pers Malaysia terhadap aksi ganyang Malaysia oleh Indonesia…
- Gank motor Brigez Bandung buas, 6 orang tertangkap…
- Beredar foto vulgar Luna Maya dalam bikini….
- Tentangku
- Hah..!! Radio di Solo siarkan lagunya PKI…
- Ini dia tips mengatasi rambut beruban premature…
- Susilo alias Adib, pengontrak rumah di Mojosongo…
- Bocah 3 tahun tewas terbakar karena bermain korek api…
- MA vonis Al-Amin Nasution 8 tahun penjara…







keren amat yaah….
ga kaya kosan gw dulu….