
Inilah pengadilan primitif atas masukan dari seorang dukun. Korbannya bernama Bagus Julianto (22) yang tewas dianiaya setelah petunjuk dukun mengindikasikan Bagus adalah pencuri ponsel di rumah kos.
Pria yang tinggal di Jl Gempol Banarbakti, Sukun, Kabupaten Malang, itu meregang nyawa setelah dihajar dua orang yang mencoba menegakkan hukum dengan cara yang primitif. Peristiwa pengeroyokan yang menimpa Bagus terjadi Senin (3/8) malam di sebuah rumah kos di Jl Sumbersari Gang IV, Lowokwaru.
Dari informasi yang dihimpun, penganiayaan itu terjadi setelah Bagus dituduh mencuri ponsel milik seorang penghuni kos tersebut. Tuduhan itu muncul setelah Dicky—anak kos yang merasa kehilangan ponsel—mendapatkan petunjuk dari orang pintar yang menyebut ciri-ciri fisik dan inisial orang yang melakukan pencurian. Orang pintar tersebut menyebut orang berinisial J, di mana secara kebetulan Bagus mempunyai panggilan Juned di kalangan penghuni kos.
Pada malam naas tersebut, Bagus kebetulan datang ke rumah kos milik Khoirudin untuk mengunjungi kawannya, Septian Adi. Begitu tiba, Deni Sukarno (26) dan Hadi Minarto (30) langsung menginterogasi Bagus. Ia menjadi bulan-bulanan pukulan dan tendangan karena bersikukuh tidak mencuri seperti yang dituduhkan.
“Dia dipukuli Deni dan Hadi, sampai pingsan. Saya mau misah (melerai), tapi dilarang. Saya diancam akan dipukuli juga,” terang Septian, menceritakan apa yang dialami Bagus malam itu.
Dalam kondisi tak sadarkan diri, Bagus kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Islam Unisma di Dinoyo. Karena semakin kritis, Bagus dilarikan ke Rumah Sakit Saiful Anwar. Malang tidak bisa ditolak, sekitar pukul 04.30 WIB, Bagus mengembuskan napasnya yang terakhir.
Kapolsekta Lowokwaru AKP Gatot Susena menjelaskan, dua pelaku pengeroyokan sudah ditangkap dan diperiksa. “Keduanya sudah kami tahan, dan sementara ini kami terus mencari keterangan pihak lain, termasuk seorang penghuni kos yang mengaku kehilangan ponselnya itu,” ucapnya.
Dua tersangka pelaku pengeroyokan, Deni Sukarno, warga Jl Sumbersari Gang I, dan Hadi Minarto, warga Jl Bareng Tengah, yang juga kos di rumah tersebut, mengatakan, mereka menghajar karena korban tak kunjung mengakui perbuatannya. “Saya emosi karena banyak barang yang hilang di kos,” ucap Hadi yang tercatat sebagai PNS Lapas Lowokwaru.
*Kompas
Random Posts:
- Busyet..!! Jennifer Connelly ML saat belanja…
- Hahayy..!! Pele pun cibir Maradona…
- Gadis cantik 13 th, di embat di warung saat hujan…
- Kenapa harus “Menculik Ozawa?”….
- Innalillahi, satu desa amblas karena gempa, 400 orang terkubur hidup-hidup…
- Setuju..!! Koruptor bantuan gempa Sumbar harus di hukum mati…
- Wow..!! Bayi berumur 2 hari selamat dari Tsunami…
- Ledakan keras, guncang lokasi pengepungan..
- Kacau…, 2 Wanita Teman di FB Punya Suami Sama
- Koleksi foto Maria Ozawa Miyabi yang diambil dari HP nya sendiri… (Ngga liat rugi..!!)







ni kejadian d kos gw….
Harga nyawa sama dengan harga HP,… bukannya ke polisi malah ke dukun….
[...] Karena Petunjuk Dukun Akibatkan Bagus Tewas Digebuki | Semelekete … [...]