Kami ingin LIVERPOOL bukan LIVERPOOR…

Logo LiverpoolGagal total. Situasi itu tengah melanda Liverpol musim ini. Minta maaf dari para pemain, pelatih, maupun pemilik klub saja tidak cukup. Cepat atau lambat, “The Reds” perlu berubah.

Usai kekalahan di Piala FA, Rabu (13/1/2010) lalu, peluang menggondol piala bagi Steven Gerrard dkk musim ini semakin sempit. Satu-satunya titel yang masih mungkin dikejar adalah Liga Europa, yang akan mereka ikuti setelah terbuang dari Liga Champions.

Kekalahan lawan Reading di Piala FA itu pula, tekanan demi tekanan bertumpuk di Rafael Benitez dan skuadnya. Wakil kapten Jamie Carragher terang-terangan menyampaikan permintaan maafnya kepada Liverpudlian, penggemar klub Merseyside tersebut. “Kami harus minta maaf atas cara yang kami pertontonkan,” kata Carragher seperti dikutip The Sun.

Permohonan maaf tentu tidak bisa menghapus bersih kekecewaan penggemar “The Kop”. Permintaan maaf juga tak cukup bagi Carragher dkk untuk mengembalikan performa mereka. Liverpool perlu berubah. “Si Merah” perlu lebih bekerja keras, seperti janji Pelatih Rafael Benitez, tak peduli apakah lawan yang mereka hadapi lebih kuat atau lemah.

“Saya harus melihat ke depan dan tetap kerja keras kami. Yang bisa saya lakukan adalah mencoba melakukan yang terbaik, di setiap laga,” kata Benitez usai kekalahan di Anfield, Rabu malam.

“Itu (lawan Reading) malam buruk bagi Liverpool dan kami dapat menyembunyikannya. Kami harus berbuat lebih lawan tim dari liga yang lebih rendah,” ucap Carragher.

“Kami harus berbuat lebih baik dan kami harus pulih. Masih ada empat bulan sisa musim. Itu akan sulit dan hasil ini membuatnya agak menyulitkan bagi kami,” tambah bek tengah tersebut.

Tuntutan untuk bekerja lebih keras itu tidak hanya ditujukan kepada pelatih dan pemain. Pemilik klub pun punya tanggung jawab besar untuk mengangkat moral dan, terutama, performa tim.

Manajemen klub sudah berbenah, antara lain dengan mengubah struktur dewan klub. Salah satu pemilik “The Kop”, Tom Hicks, pun sudah berjanji untuk menggelontorkan banyak uang untuk membeli pemain musim depan. Striker Fernando Torres menunggu ketepatan janji itu karena kini bola berada di tangan petinggi klub.

“Kini tergantung kebijakan pemilik klub. Mereka harus membeli pemain sehingga hal ini tak terjadi lagi,” kata pemain Spanyol itu di situs The Times.

“Jika kami ingin bersaing dengan (Manchester) United dan Chelsea, kami perlu skuad yang jauh, jauh lebih komplet. Kami perlu pemain yang benar-benar kelas satu dan kami tidak dapat membiarkan pemain terbaik kami pergi,” tegasnya.

Jalan masih panjang bagi Liverpool. Mereka masih harus memikirkan bagaimana cara tampil tanpa Gerrard, Torres, dan Yossi Benayoun yang saat ini sedang cedera. Itu pertanda bahwa “The Reds” memang harus bekerja jauh lebih keras dari apa yang pernah mereka lakukan.

Random Posts:

Berita terkait

1 comment to Kami ingin LIVERPOOL bukan LIVERPOOR…

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Kalender

March 2010
S M T W T F S
« Feb    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Support by

Adsense Indonesia

Arsip Semeleket


My blog is worth $564.54.
How much is your blog worth?