Serangan jarum suntik misterius telah menyebar ke kota-kota di wilayah Xinjiang, China barat, walau tidak semua benar. Pihak berwenang menahan sembilan tersangka baru di tiga kota, sebagaimana dikatakan para pejabat China, Jumat (11/9) di Beijing.
Para tersangka yang baru-baru ini ditahan antara lain di kota-kota Hotan, Altay, dan Kashgar, di wilayah Xinjiang. Penahanan berhubungan dengan serangan-serangan yang melibatkan jarum suntik.
Hal itu diutarakan seorang petugas pers di pusat pers pemerintah Xinjiang, di ibu kota Urumqi. Pejabat itu menolak memberikan nama seperti lazimnya dan tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Selama dua pekan terakhir, hampir 600 orang di ibu kota provinsi, yang berpenduduk asli Uighur Muslim, mengatakan ditusuk dengan jarum suntik. Pihak yang diserang adalah etnis Han, yang kemudian mengkritik pemerintah tidak bisa menjamin keselamatan mereka dari Uighur.
Serangan jarum itu telah memperburuk ketegangan rasial di Xinjiang, tempat kerusuhan etnis bulan Juli yang menyebabkan hampir 200 orang tewas. Kekerasan itu memperdalam keretakan yang sudah lama berlangsung antara Uighur dan Han, yang merupakan kelompok mayoritas di China.
Tak bisa dibuktikan
Pola serangan, yang sebagian nyata dan sebagian hanya khayalan, terus berlanjut. Dari sembilan laporan serangan di Hotan, hanya tiga yang benar-benar ditusuk jarum.
Di Altay, empat dari lima serangan yang dilaporkan ternyata tidak benar. Di Kashgar, dari lima serangan yang dilaporkan, dua orang benar-benar ditusuk jarum.
Seorang staf bernama keluarga Li pada Departemen Propaganda Partai Komunis di Kashgar mengonfirmasikan bahwa warga telah melaporkan kasus itu. Namun, tidak ada yang memperlihatkan serangan jarum suntik.
”Sampai saat ini, menurut diagnosis, kami belum mengonfirmasikan satu pun serangan jarum suntik. Sebagian besar dari mereka hanya merasa nyeri tiba- tiba ketika berjalan di kerumunan. Sebagian lagi dari pelapor telah merasa ditepuk di badan.
Para dokter dan petugas pemeriksa medis tidak menemukan tanda-tanda serangan jarum suntik di badan mereka.
Laporan mengenai serangan jarum muncul beberapa pekan lalu. Tak seorang pun dari korban yang melapor itu telah menderita sakit, keracunan, atau efek lain. Namun, kepanikan telah menyebar. Pejabat dan media pemerintah menyebut serangan itu sebagai kerja kaum separatis yang ingin merusak persatuan etnis.
Sebagian besar laporan penusukan tampaknya sekadar histeria. Sebagian ditusuk dengan jarum jahit atau peniti, bukan jarum suntik, sebagaimana dikatakan kata dokter.
Random Posts:
- Wow..!! Bayi berumur 2 hari selamat dari Tsunami…
- Apa jadinya kalo kereta peluru ICE masuk kapal Ferry…
- Terlibat Pembobolan ATM, Pejabat Bank Ditahan
- Tentangku
- Ini dia produk skutik baru Honda 2010, PCX 125… ngintip yuk?!
- MA vonis Al-Amin Nasution 8 tahun penjara…
- Wow..!! Gaston masih virgin, belum di obok-obok Jupe…
- Hah..!! Radio di Solo siarkan lagunya PKI…
- Gadis cantik 13 th, di embat di warung saat hujan…
- Rumah kos-kosan kok mirip hotel, pake sewa harian…. Busyet..!!







Semeleketer’s