Pers Malaysia memberitakan “sweeping” atau penyisiran warga Malaysia dengan menggunakan bambu runcing oleh sekelompok orang di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta pusat.
Media online Malaysiakini.com, Rabu, menurunkan berita diawali dengan SMS atase pendidikan Malaysia di Jakarta kepada seluruh mahasiswa Malaysia untuk menghindari jalan Diponogoro dan kawasan Menteng karena ada penyisiran warga Malaysia yang dilakukan segelintir WNI.
Malaysiakini.com menuliskan bahwa kemarahan rakyat Indonesia sudah memuncak disusul berita TV mengenai lebih 360 sukarelawan ilmu kebal sudah mendaftar dan bersedia untuk mengganyang Malaysia.
Ditambah lagi, sekelompok orang yang menamakan BENDERA (Benteng Demokrasi Rakyat) yang melakukan penyisiran warga Malaysia di Jalan Diponogoro, Jakarta Pusat, sambil membawa bambu runcing.
Diberitakan juga kontrakan mahasiswa Malaysia di Yogyakarta dilempari telur busuk oleh sekelompok orang yang demontrasi akibat pemberitaan pers Indonesia menuduh Malaysia klaim tari Pendet Malaysia.
Sementara itu, Utusan Malaysia di halaman satu menurunkan berita Demontrasi Anti Malaysia di Indonesia kurang bijaksana. Harian milik UMNO ini cukup bijak dalam membuat berita dengan mewawancarai warga Indonesia dari Riau, Sumatera Utara, Dumai dan Sulawesi yang mengatakan bahwa yang demo anti Malaysia hanyalah segelintir orang.
Oleh sebab itu, janganlah terlalu dianggap serius karena tidak mewakili sikap rakyat Indonesia secara keseluruhan. Mereka mengatakan memang faktanya Indonesia dan Malaysia adalah negara tetangga dan serumpun.
Menteri Penerangan, komunikasi dan Kebudayaan Malaysia Rais Yatim mengatakan sikap pemerintah dan rakyat Malaysia untuk tidak melakukan demonstrasi di KBRI Kuala Lumpur sebagai balasan demo di kedutaan Malaysia di Jakarta.
“Walaupun bendera Malaysia dibakar. Kedutaan kami dilempari telur dan batu, kami tidak akan membalas terhadap kedutaan Indonesia di Kuala Lumpur,” kata Rais Yatim didampingi Dubes RI untuk Malaysia Da`i Bachtiar di Kuala Lumpur.
Menteri Rais Yatim, yang masa kecilnya sempat dihabiskan di Sawahlunto, Sumatra Barat, mengadakan acara buka bersama dengan karyawan RTM (radio televisi Malaysia) di gedung RTM.
Ia mengundang Dubes RI Da`i Bachtiar dan para wartawan Indonesia di Malaysia untuk mendinginkan suasana akibat pemberitaan pers Indonesia yang menuduh Malaysia mengklaim beberapa kesenian dan kebudayaan Indonesia yang akhirnya menimbulkan kemarahan dan demonstrasi di Kedubes Malaysia Jakarta dan beberapa kota.
“Kami tidak mau membalas demo dengan demo karena Malaysia memang ingin menjalin terus hubungan baik dengan Indonesia sebagai negara tetangga dan serumpun. Indonesia dan Malaysia adalah pendiri Asean yang kini punya cita-cita sama yakni terciptanya masyarakat Asean,” katanya.
Walaupun tuduhan pers Indonesia bahwa Malaysia mengklaim tari pendet, batik, lagu rasa sayange, Reog, mengklaim pulau Jemur dan tuduhan macam-macam lainnya itu adalah tidak benar sehingga menimbulkan kebencian rakyat Indonesia pada Malaysia dan menimbulkan berbagai demonstrasi, namun tidak akan dibalas di Malaysia.
Rakyat Malaysia ada yang keturunan Aceh, Sumatra Barat, Mandailing, Riau, Jambi, Palembang, Jawa, dan Bugis. “Mereka datang ke Malaysia dan meneruskan kebudayaan mereka dari Indonesia. Apakah salah mereka melestarikan kebudayaan Indonesia. Dan kami tidak pernah mengklaim itu kebudayaan Malaysia,” tambah dia.
Begitu juga dengan rakyat Malaysia keturunan China dan India. Mereka masih melestarikan bahasa, budaya, kesenian dan lagu-lagu dari China dan India tapi kedua negara itu tidak pernah protes,” kata menteri.
“Kami tahu bahwa begitu banyak rakyat Indonesia di Malaysia, mencari nafkah, belajar, melancong, saya jamin mereka akan aman di Malaysia,” janji Rais Yatim.
Selain itu, Rais Yatim juga mengatakan, akan bekerja sama erat dengan KBRI untuk mengadakan inter media dialog antara pers Indonesia dengan Malaysia. Pertama kali, pers Malaysia akan diundang ke Jakarta, kemudian dibalas dengan mengundang pers Indonesia ke Malaysia.
“Selain itu, akan dilakukan pengiriman tim kesenian ke Indonesia dan mengundang tim kesenian Indonesia di Malaysia untuk saling mengenal kesenian negara tetangga,” katanya.
Dubes Da`i Bachtiar ketika ditanya mengaku merasa malu dengan sikap rakyat Indonesia bila dibandingkan dengan sikap pemerintah dan rakyat Malaysia dalam menangani berbagai isu klaim kebudayaan.
“Kita malu karena semua tuduhan bahwa Malaysia mengklaim budaya kita itu tidak benar,” katanya.
*Antara
Random Posts:
- Hah..!! Cedera CR9 Ronaldo, karena ulah dukun….
- Wow..!! Bayi berumur 2 hari selamat dari Tsunami…
- Kenapa harus “Menculik Ozawa?”….
- Bocah 3 tahun tewas terbakar karena bermain korek api…
- Susilo alias Adib, pengontrak rumah di Mojosongo…
- 45 Temuan Penting Skandal Century Versi PDIP
- PBB dianggap angin lalu, Korut siapkan Nuklir ketiga…
- Busyet..!! Jennifer Connelly ML saat belanja…
- Hah..!! Radio di Solo siarkan lagunya PKI…
- Wah…! FPI mau terima Miyabi kalo dia berjilbab…







Orang Melayu di Malaysia TIDAK PERNAH menganiaya atau berlaku zalim kepada pekerja pekerja rumah di MALAYSIA. Anda punyai fikiran negatif berunsur “mala fide” (buruk sangka).SEMUA, sekali lagi di tegaskan SEMUA kes kes kasar dan aniaya di lakukan oleh Majikan yang BUKAN MELAYU !! Atau nak sebut terus terang, mereka yang bekerja di rumah atau kedai NON-MALAY. Mengapa tak pergi tanya yang punya badan ? Mengapa tak dapatkan pengesahan dari DUBES di Kuala Lumpur ? Dalam akhbar hari ini di lapurkan, wanita dari Palembang, sebenarnya berumur 14 tahun, tapi dalam pasportnya ditulis 22 tahun, yang bekerja di rumah orang Melayu telah cuba membakar rumah majikan Melayunya. Kerana apa ? Kerana ia hendak di hantar pulang ke Palembang, sebab dah dapat bukti ia berumur 14 tahun, bukan 22 tahun. Ia TIDAK MAHU pulang ke Palembang dan bertindak membakar rumah majikan Melayu itu. Majikan itu terpaksa nak hantar pulang, kerana adalah satu kesalahan negara Malaysia mengambil pekerja bawah umur 16 tahun. Bolehtak anda minta DUBES di Kuala Lumpur poskan lapuran media massa bertarikh 8.1.2010 ?
Tahukah anda budak Palembang itu dianggap sebagai anak sendiri majikannya, dan ia tinggal SATU BILIK dengan anak anak nya yang lain ? Media massa negara anda selalu buat fitnah. Selalu nak laga lagakan orang sana dengan orang sini.
dai bachtiar sepertinya sudah jadi anteknya orang malaysia
sudah kemarin kena kasus sama manohara sekarang malah memihak orang malingsia
sepertinya dai bachtiar ini memang tidak pantas jadi duta besar Indonesia di malaysia
coba kalau duta besarnya prabowo pasti rame
dai bachtiar ini kelihatannya tidak pernah memperhatikan rakyat indonesia yang kena penderitaan di malaysia
kemaren tki disiksa dan videonya di post di youtube ,dia ada dimana?
pura pura kagak tahu
aneh banget
coba dia ngomong kaya gitu di sini
sama laskar merah putih
mau lihat ekpresinya kaya gimana
Tetap sy tidak suka cara seperti itu… ini negera saya, dan ini bangsa saya, Malingsia tidak kreatif, tukang niron… plagiat….