Kehamilan tak diinginkan atau KTD di Pulau Dewata mencapai 500 kasus selama September 2008 hingga September 2009, atau rata-rata 41 kasus dalam satu bulan. Demikian diungkap Kita Sayang Remaja (Kisara) Bali.
“Kasus akibat perilaku seks bebas pada kalangan remaja ini paling banyak terdapat di Kabupaten Badung dan Denpasar,” kata Koordinator Kisara Bali dr I Nyoman Sutarsa, SKed, di sela-sela Deklarasi Remaja Bali di Lapangan Puputan Badung, Bali, Sabtu (12/9) malam.
Dari data itu, kasus KTD tidak saja terjadi pada remaja di daerah perkotaan, tetapi juga terjadi pada remaja di daerah pedesaan.
Data itu terungkap dari remaja yang melakukan konseling di Klinik Kisara. Remaja-remaja tersebut ada yang masih duduk di SMU, perguruan tinggi dan ada juga yang bekerja akibat tidak meneruskan pendidikan.
Menurut dia, jika dilihat dari segi umur, remaja yang mengalami KTD paling rendah 16 tahun dan maksimal 20 tahun. Namun, secara nasional yang pernah dicatat Kisara berumur 13 tahun.
Dari data konseling terhadap remaja yang mengalami KTD, beberapa orang di antaranya melanjutkan ke jenjang pernikahan dan melanjutkan kehamilannya. Namun, terdapat juga remaja yang mengakui telah mencoba aborsi dengan cara mengonsumsi pil tertentu ataupun ramuan-ramuan.
Dia mengungkapkan, pada dasarnya remaja yang mengalami KTD mengetahui fungsi kondom dalam meminimalisasi KTD, tetapi para remaja malu untuk membeli kondom.
Kondisi ini menunjukkan bahwa masih terjadi stigma terhadap penggunaan kondom di kalangan remaja. Padahal, remaja sangat membutuhkan kondom, tetapi yang perlu dijaga adalah cara menyebarkan kondom pada remaja.
Terkait Deklarasi Remaja Bali, dia memaparkan, rencana itu pada intinya berisikan harapan remaja terhadap perlunya pendidikan kesehatan reproduksi yang sistematis dan terstruktur. Semua elemen masyarakat juga diharapkan mengakomodasi hak-hak kesehatan reproduksi remaja.
Deklarasi Remaja Bali juga memuat seruan remaja kepada guru dan komponen masyarakat untuk tidak melakukan intimidasi terhadap remaja yang mengalami KTD.
*Kompas
Random Posts:
- Terkait RUU Rahasia Negara, 2 anggota DPR hampir berantem…
- MA vonis Al-Amin Nasution 8 tahun penjara…
- Hahayy..!! Pele pun cibir Maradona…
- Wow..!! Ingin taklukan puncak Kilimanjaro, Abramovich pingsan…
- Wow..!! Bayi berumur 2 hari selamat dari Tsunami…
- Ledakan keras, guncang lokasi pengepungan..
- Kenapa harus “Menculik Ozawa?”….
- Hah..!! Di Bali terjadi 41 kehamilan setiap bulan akibat pergaulan bebas…
- Hah..!! Cedera CR9 Ronaldo, karena ulah dukun….
- Inilah daftar pemain sepakbola top dunia, yang tak pernah ke Piala Dunia…







di bali aja dah kayak gitu , , ,
apalagi di negara barat,,,,
hehehehe. . . .
lah, Bali yg notabene aman saja 41, gimana mau kota metropolitan lainnya macam Jakarta, Surabaya, Bandung, dll…
Well terlalu bebas sih….
Hmm…yang beginian tidak hanya terjadi di Bali saja, tapi hampir di semua kota besar di Indonesia.
setahu saya selama tinggal di bali, memang bener tuh kata om metropolis. sebagain besar remaja bali khususnya denpasar, sudah tertular kebudayaan barat. yang penting suka sama suka
wah..wah… dunia sdh semakin aneh ya gan..?
kalok sudah ada beritannya,mengapa permerintah tidak bertindak secara cepat ???
toh,pemerintah punya internet dll
Mungkin karena terpengaru budaya barat