Eh, ternyata sebelum ke Temanggung Nurdin M Top singgah dulu di Subang…

Gembong teroris Noordin M Top, yang sekarang diduga telah tewas dalam penyerangan di Kampung Beji, Desa Kedu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Sabtu 8 Agustus 2009 lalu, oleh Dansus 88, pernah singgah di Subang.

Hal tersebut, diungkapkan oleh salah seorang warga Purwadadi, Subang, yang pernah dekat dengan gembong teroris tersebut, Abu Wildan alias Dudung Wildan Alias Ust. Adung alias Adung Jahit

Menurut Wildan, peristiwa tersebut, terjadi pada tahun 2000-an. Namun, Wildan enggan untuk menyebutkan waktu kedatangan teroris tersebut secara pasti. “Saat itu, saya berharap agar dia (Noordin) tidak datang ke rumah saya. Sebab nantinya akan serba salah. Tidak dilaporkan, saya jadi tersangka teroris, sementara kalau dilaporkan juga tidak enak ke kawan sendiri, “jelasnya.

“Namun, untungnya, dia (Noordin) hanya sampai pasar Purwadadi dan langsung balik lagi,” kata Wildan, yang enggan menyebutkan kemana tujuan Noordin setelah dari Purwadadi, Subang tersebut.

Dijelaskan Wildan, dirinya sempat ngaji bersama Noordin saat berada di Malaysia. Namun, paska pulang dari Malaysia, Wildan mengaku dirinya tidak pernah lagi melakukan kontak dengan Noordin M. Top.

“Rencana kedatangan (ke Purwadai ) saja, saya dapat dari kawan- kawan saya yang pernah satu angkatan di JI, sementara (kontak) dengan Noordin tidak pernah dilakukan,” katanya.

Selain, pernah bertemu langsung dengan Noordin M Top, Wildan juga mengaku pernah bertemu dengan Dr. Azhari. “Saat di Malaysia saya menjadi pengurus salah satu Madrasah dimana Noordin dan Dr. Azhari adalah pengajar di sekolah tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, ketika disinggung apakah pengeboman yang diduga di dalangi oleh Norrdin, adalh ajaran JI, Wildan mengaskan, bahwa aksi jihad yang dilakukan oleh Noordin, diluar koridor JI. “Itu murni ajtihad Noordin sendiri. Tidak ada kaitannya dengan ajaran JI,” tegasnya.

Saat disinggung terkait eksistensi JI, Wildan menjelaskan, keberadaan JI saat ini, antara ada dan tidak ada. “Ada, karena ada namanya, sementara di sebut tidak ada, karena pemimpinnya tidak ada. Nashir Abbas saja mengaku mantan JI, artinya JI itu hanya sekadar nama saja,” tuturnya.

“Saya saja baru tahu kalau ada nama JI itu setelah dibesar-besarkan oleh media, sebab saya sendiri waktu berangkat ke Afganistan tidak tahu nama organisasinya, yang saya tahu, hanya melakukan jihad melawan kafir,” kata bapak dari satu orang anak, yang saat ini berprofesi sebagai tukang jahit di Purwadadi tersebut.

*Vivanews

Random Posts:

Berita terkait

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Kalender

March 2010
S M T W T F S
« Feb    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Support by

Adsense Indonesia

Arsip Semeleket


My blog is worth $564.54.
How much is your blog worth?